Sejarah Killing Me Inside,hingga KILMS dan Reunion

sejarah-killing-me-inside
No ratings yet.

Membahas Sejarah Killing Me Inside tak jauh-jauh dari perkembangan scene emo Indonesia,seperti yang kita ketahui bahwa band ini sudah menjadi icon emo tersendiri pada masanya.

Dunia permusikan khususnya untuk scene emo yang cukup populer pada jamannya memang cukup banyak digandrungi oleh anak muda saat itu,khususnya antara era 2000an ,2004/2005 dan 2009, sebelum akhirnya hadir berbagai subgenre yang lebih beragam dan mengusai pasar seperti Post-Hardcore ,Electronicore ,Trancecore dll

killing-me-inside-formasi-pertama-sansan-raka-onad-joshapat-rendy

Di Indonesia sendiri scene emo menjadi salah satu fenomena yang cukup “populer” pada jamannya,dan salah satu band yang populer dari scene emo sendiri adalah Killing Me Inside.

Killing Me Inside menjadi salah satu band emo yang berhasil dan sukses memperkenalkan genre musik ini kepada anak muda saat itu,alunan musik yang keras layaknya musik rock pada umumnya,lirik yang puitis dan gaya vokal yang emosional menjadi alasan kenapa lagu-lagu dari band ini cukup disukai.

Daftar Isi

Sejarah Killing Me Inside

Membahas seputar sejarah Killing Me Inside memang bisa dibilang cukup panjang,mulai dari awal mereka terbentuk,personil awal yang mulai keluar satu persatu,formasi yang terus berubah hingga akhirnya kini band ini sudah berganti nama menjadi KILMS.

Killing Me Inside Formasi Awal - Pertama

Namun tak perlu khawatir karena SINI AJA | siniaja.id akan membahas secara tuntas Sejarah Killing Me Inside dari awal terbentuk hingga akhirnya berubah nama menjadi KILMS.

Awal Terbentuk

Killing Me Inside sendiri secara resmi dibentuk pada Bulan Juni Tahun 2005,namun saat itu mereka belum memiliki vokalis. Sampai akhirnya mereka bertemu dengan sansan,dan dari formasi yang awalnya berempat yaitu Joshapat (Gitar) ,Onad (Bass) ,Raka (Gitar) dan Rendy (Drum) menjadi 5 Orang setelah bergabungnya Sansan (Vokal)

Panggung Pertama Killing Me Inside

Menurut info yang bisa diperoleh dari sansan,panggung pertama Killing Me Inside saat itu ketika mereka ikut dalam pensi yang diadakan di SMA Cendrawasih 1 Jakarta,saat itu Sansan menggunakan baju berwarna coklat dengan gaya rambut emo dan warna rambut blonde.

Pengakuan tersebut team SINI AJA | siniaja.id dapatkan dari video yang diupload sansan melalui akun instagram pribadinya :

View this post on Instagram

H-3

A post shared by sansan (@limatiga) on

Itu merupakan sebuah teaser video yang diupload oleh Sansan dalam rangka nostalgia dan countdown H-3 penampilan Killing Me Inside Reunion (Killing Me Reunion) di Synchronize Fest 2019.

Demo Lagu

Sebelum band ini merilis album pertamanya,Killing Me Inside cukup sukses dengan 3 Lagu Demo mereka diantaranya Suicide Phenomena,A Letter Of Memories dan The Tormented. Saat itu hampir semua remaja pada masanya pasti sangat menyukai 3 lagu tersebut,terlebih mereka yang memang memiliki antusiasme di scene Emo.

killing-me-inside-manggung-pertama-kali

Dan lagu yang paling hits adalah The Tormented,bahkan sampai saat ini masih menjadi lagu andalan setiap mereka manggung. Hal-hal ini yang menjadikan Killing Me Inside saat itu cepat sekali tumbuh dan menguasai gigs-gigs musik indie/underground khususnya scene Emo.

Terlebih lagi saat itu Friendster dan MySpace menjadi media tersendiri yang cukup membantu penyebaran “virus Emo” bukan hanya di Indonesia,tapi hampir Seluruh Negara di Dunia saat itu memang banyak yang terinfeksi Emo.

Streetteam – Nama Fans Killing Me Inside

Berbicara tentang band atau musisi ,sudah pasti mereka akan memiliki sebuah fanbase alias perkumulan fans (penggemar),dan biasanya fanbase ini memiliki nama dan sebutan yang unik.

Untuk Nama Fans Killing Me Inside biasa disebut Streetteam Killms atau lebih sering disebut Streetteam,sedangkan kata Killms merupakan akronim yang sering digunakan untuk menyingkat nama Killing Me Inside.

killing-me-inside-awal-terbentuk

Penggunaan kata Killms

Seperti yang kebanyakan orang ketahui,bahwa kata Killms merupakan akronim yang digunakan untuk menyingkat nama Killing Me Inside,kata Killms sendiri pertama kali digunakan sebagai hiasan dibagian depan Bass Drum milik Rendy.

Formasi Personil Awal Killing Me Inside

Formasi awal yang terdiri dari para personil pertama Killing Me Inside saat itu seperti berikut :

  • Sansan (Fauzan) – Vokal
  • Onadio Leonardo – Bassist + Backing Vocal
  • Joshapat Klemens – Lead Guitar
  • Raka Cyril Damar – Rhytm Guitar
  • Rendy Pradipta – Drum

Bisa dibilang ini merupakan formasi yang paling banyak disukai oleh para Streetteam karena terdiri dari “personil asli” dan aksi panggung mulai dari musik hingga style masih sangat kental dengan nuansa-nuansa dan unsur-unsur Emo.

A Fresh Start For Something New – Album Pertama Killing Me Inside

Kurang lebih 3 Tahun berjalan sejak terbentuk,Killing Me Inside akhirnya merilis album pertama mereka bertajuk A Fresh Start For Something New. Dimana 3 Lagu Demo mereka sebelumnya yaitu A Letter Of Memories,Sucide Phenomena dan The Tormented ikut masuk dalam album pertama ini.

Hanya saja untuk Suicide Phenomena diganti judulnya menjadi Awake,Album Pertama Killing Me Inside ini dirilis pada Desember 2008 dibawah naungan Label Fast Youth Record. Saat itu lagu The Tormented menjadi yang paling hits bahkan inilah faktor yang membantu Killing Me Inside melejit.

album-pertama-killing-me-inside-a-fresh-start-for-something-new

Bahkan mereka sampai bisa melakukan Debut Launching album A Fresh Start For Something New di 2 Negara,yaitu Indonesia dan Malaysia.

Namun selama proses penggarapan hingga launching album,Killing Me Inside sempat mengalami satu permasalahan dimana mereka harus kehilangan salah satu personilnya.

Raka Keluar dari Killing Me Inside

Ditengah awal-awal kesuksesan Killing Me Inside yang juga sedang menyiapkan album pertama mereka,sebuah kabar duka harus mereka sampaikan kepada para fans setianya yang biasa disebut Streetteam.

raka-cyril-damar-gitaris-killing-me-inside

Yaitu perihal keluarnya Raka dari Killing Me Inside,berikut ini pesan yang disampaikan Raka melalui akun MySpace pribadinya saat dia memutuskan untuk keluar :

“ Dear friends of Killing Me Inside…


Pertama-tama gue ingin ngucapin makasih banyak sama elo semua yang udah ngesupport kita. Gue (Raka) mewakili pihak Killing Me Inside, merasa beruntung banget bisa ngebangun dan memajukan band impian gue sampe kayak gini. Ini semua tentunya juga karena hasil kerja keras kita dan dukungan dari elo semua. Tapi, gue pada kali ini mau ngejelasin kalo gue harus mengundurkan diri dari band ini karena adanya bentrok antara 2 band yaitu Killing Me Inside dan Vierra. Kedua band ini akan menjalankan kontrak dimana suatu pihak tidak membolehkan playernya untuk mempunyai lebih dari 1 band. Saat ini gue berada di posisi yang bagi gue hasil akhirnya sama skali bukan apa yang gua inginkan, dimana gue diharuskan untuk memilih Vierra yang disebabkan oleh “suatu faktor keluarga” yang sama sekali gak bisa gue tolak. Dan pada hari ini (18-05-2008) gue resmi mengundurkan diri dari Killing Me Inside. Makasih banget buat elo semua yang udah support kita, dan buat Killing Me Inside : “maaf bgt bgt, lo semua tau ini sama skali bukan kemauan gua”. Makasih banyak, sukses buat kalian, gue bangga bisa maen ama elo semua…dan please inget kata2 gua “gue hanya putus hubungan kerja ama elo semua,, bkn hubungan sebagai teman”.
Sekali lagi makasih, lo smua udah ngertiin posisi gua, dan gue pun juga menerima keputusan elo semua yang tadi, thx…


-Raka Cyril Damar

Disitu Raka mengabarkan tentang keputusannya untuk keluar dari band,karena saat itu dia tergabung juga dengan Vierra yang pada akhirnya membawa Raka ke titik dimana dia harus memilih salah satu. Karena saat itu kedua band ini terikat dengan label berbeda,dimana salah satu label tidak memperbolehkan playernya terikat dengan label lain.

raka-gabung-vierra

Setelah melewati beberapa pertimbangan,dengan berat hati Raka memilih untuk melepas Killing Me Inside dan lebih berfokus berkarir sebagai bagian dari Vierra. Faktor Keluarga menjadi alasan utama kenapa akhirnya Raka harus memilih bersama Vierra.

Namun walau sudah berpisah,Raka juga berpesan bahwa dia hanya memutus hubungan dalam urusan “pekerjaan” seorang musisi dan anggota band,bukan memutus hubungan dalam tali persahabatan antar personil maupun dengan fans.

Formasi Berempat

killing-me-inside-formasi-berempat-setelah-raka-keluar

Selepas keluarnya Raka,akhirnya mereka bertahan dengan sisa 4 (Empat) Personil saat itu. Diantaranya :

  • Sansan – Vokal
  • Onad – Bass dan Vokal
  • Joshapat – Gitar
  • Rendy Drum

Dalam beberapa kesempatan,Killing Me Inside juga sering dibantu Dochi Sadega (Pee Wee Gaskins) sebagai Rhytm Gitar.

Keluarnya Sansan dan Rendy

Setelah sebelumnya sempat bertahan dengan 4 Personil,lagi-lagi Killms harus kehilangan 2 personilnya yaitu Sansan dan Rendy yang memilih keluar pada Januari tahun 2009. Disitu Killing Me Inside benar-benar berada di ujung tanduk,apakah akan tetap berdiri dengan sisa anggota yaitu Onad dan Joshapat atau harus membubarkan diri.

Alasan Sansan Keluar

Sansan sang vokalis menyatakan keinginannya untuk keluar karena ingin fokus bersama Pee Wee Gaskins,sebuah band pop-punk yang ia bentuk bersama dochi. Musik yang lebih ringan dan sesuai selera Sansan saat itu.

sansan-gabung-pee-wee-gaskins

Serta diketahui juga passion Sansan saat itu memang sebenarnya lebih suka bernyanyi sambil bermain gitar,jauh sebelum bergabung dengan Killms Sansan pernah memiliki band yang dia bentuk bersama teman-teman sekolahnya untuk sekedar bermain di pensi.

Sansan menjadi Vokalis sekaligus Gitaris dan cukup membuat dirinya dikenal saat itu,hal ini juga yang mungkin membuatnya lebih memilih Pee Wee Gaskins. Karena saat Dochi mengajak Sansan untuk bergabung dengan PWG,Dochi mengatakan bahwa disini dia harus bernyanyi sambil bermain gitar.

Alasan Rendy Keluar

Rendy Pradipta atau biasa dipanggil Rendy merupakan drummer pertama dari Killms,tidak terlalu banyak informasi yang bisa di dapatkan mengenai personil yang satu ini.

rensy-pradipta-drummer-killing-me-inside-keluar-dari-band

Alasan Rendy untuk keluar dari Killing Me Inside agar bisa lebih fokus kuliah dan pertimbangan masa depan lainnya. Sejauh ini info yang bisa didapat mengenai kabar keberadaan Rendy ada yang mengatakan (kabar burung) bahwa dia tinggal di Malaysia.

Ada juga (kabar mulut ke mulut) yang menyatakan bahwa kini Rendy sudah benar-benar meninggalkan dunia musik dan lebih fokus dalam berbisnis.

Onad jadi Vokalis

Walau hanya tersisa dua personil tak lantas menjadikan Onadio dan Joshapat membubarkan Killing Me Inside,terlebih lagi Onad yang memang sedari awal sudah merasa akan adanya potensi yang bagus dari band ini.

killing-me-inside-formasi-davi-dan-agung

Dan benar saja,di bulan Februari tahun 2009 Killing Me Inside mengabarkan perihal formasi baru mereka dengan personil yang baru melalui Official Account MySpace mereka. Dimana melalui pesan tersebut mereka mengabarkan bahwa Onad akan mengambil peranan sebagai vokalis dan mereka sudah mendapatkan 2 personil baru yang akan memainkan drum dan bass.

Formasi Baru – Onad Vokal

Dan sejak saat itu formasi anggota Killing Me Inside berubah menjadi :

  • Onadio Leonardo – Vokal
  • Joshapat Klemens – Gitar
  • Anak Agung Gede – Bass
  • Davi Frisya – Drum

Namun ini hanya bertahan selama kurang lebih satu tahun,dengan alasan ketidak cocokan pada tahun 2010 Agung memutuskan keluar dari Killing Me Inside,dan posisi Bass digantikan oleh Rudye.

Formasi Baru – Masuknya Angga Tetsuya

Rudye merasa tidak terlalu cocok untuk menjadi bassist,terlebih lagi Killms ingin mengeksplore musik lebih jauh lagi. Akhirnya Rudye berganti posisi menjadi keyboardist dan Angga Tetsuya (Sunrise) masuk sebagai bassist.

Dan akhirnya formasi mereka berubah menjadi :

  • Onadio Leonardo – Vokal
  • Joshapat Klemens – Gitar
  • Angga Tetsuya Wibisana – Bass
  • Rudye – Keyboard
  • Davi Frisya – Drum

Tanpa Dirimu – Ost. Air Terjun Pengantin

Pada tahun 2009 Killing Me Inside sudah mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke Industri Musik Layar Kaca,momen ini bertepatan dengan kesempatan yang didapat oleh Killms untuk mengisi Ost. Air Terjun Pengantin.

Akhirnya terciptalah lagu Tanpa Dirimu sebagai Soundtrack dari Film Air Terjun Penganti karya Rizal Mantovani.

Official Music Video | Killing Me Inside – Tanpa Dirimu

Untuk video clipnya memang dibuat setelah mereka berganti formasi dengan rudye sebagai bassist,itulah kenapa yang bermain bass dalam video tersebut bukanlah agung.

Dari sini Killms memulai langkah kecil mereka untuk lebih dikenal oleh masyarakat umum dan industri musik tanah air.

Album Self-Titled – Killing Me Inside

Setelah resmi dengan formasi barunya yang terdiri dari 5 Orang yaitu Onad,Joshapat,Angga,Rudye dan Davi. Akhirnya Killing Me Inside merilis album kedua mereka.

Mereka merilis album Self-Titled berjudul Killing Me Inside yang berisi lagu-lagu lama dengan aransemen yang sudah diperbarui seperti Come On Girl We’ll Burn Money on Vegas,Forever,Don’t Look Back,Blessed By The Flower of Envy,Torment.. lalu 1 Lagu baru berbahasa Inggris yaitu Moving On dan 3 Lagu baru berbahasa Indonesia yaitu Kamu,Biarlah dan Tanpa Dirimu yang menjadi Ost. Film Air Terjun Pengantin karya Rizal Mantovani.

album-killing-me-inside-self-titled

3 Lagu baru mereka yang menggunakan bahasa Indonesia dibuat tanpa adanya unsur vokal scream,atau bisa dibilang sebagai lagu pop. Dimana hal ini yang menjadikan Killing Me Inside lebih diterima lagi oleh masyarakat umum.

Khususnya lagu biarlah yang cukup populer saat itu,bahkan mengantarkan Killms ke titik awal kesuksesannya,bukan hanya itu saja.. mereka juga berhasil menjual 50.000 copy album lebih yang membuatnya mendapatkan penghargaan Platinum dari Royal Prima Musikindo selaku label yang menaungi Killing Me Inside saat itu.

Killing Me Inside – Biarlah (Official Video Clip)

Pada tahun 2010 juga,Killing Me Inside berhasil memenangkan pernghargaan dari 2 kategori yang ada di Indigo Digital Music Award 2010 sebagai The Best New Artist (Pendatang Baru Terbaik) dan The Best Indie Music (Musik Indie Terbaik). Lalu mereka juga masuk nominasi Pendatang Baru Terbaik dan Album Rock Terbaik untuk Album Self-Titled (Killing Me Inside) di Anugerah Musik Indonesia Award 2011.

Mendapat respon positif dari masyarakat umum,memiliki penjualan album yang tinggi dan beberapa award dari ajang penghargaan bergengsi,hingga mulai merasakan indahnya kesuksesan. Ternyata justru membuat Killms mendapat respon sebaliknya dari para fans lama mereka.

killing-me-inside-biarlah-menang-ami-award

Hal ini karena kebanyakan Streetteam Killms yang sudah lama mengikuti perkembangan band ini merasa bahwa dialbum kedua,Killms berubah cukup drastis. Dimana sebelumnya mereka terkenal karena memainkan musik Emo/Screamo.

Dan ketika berada dialbum kedua ini justru lebih dominan Pop,walau ada 6 Lagu yang masih bercita rasa Rock. Namun hampir disetiap manggung Killms hanya membawakan lagu-lagu pop dan semakin kesini semakin terasa perubahan genre mereka yang lebih condong ke arah pop mainstream.

Davi Frisya Keluar – Single Melangkah

Setelah kurang lebih 3 Tahun bersama Killing Me Inside,pada akhir tahun 2011 akhirnya Davi Frisya keluar dari Band. Lagi-lagi Killms harus kehilangan drummernya.

davi-frisya-drummer-killms-keluar

Pada tanggal 18 September 2011 melalui akun twitternya,Davi Frisya menguimumkan tentang kabar keluarnya dia dari Killms.

Dengan ini saya menyatakan kalo saya bukan lg Drummer dr Killing Me Inside. Terima kasih teman2 yg sdh mendukung saya selama ini 🙂

Padahal saat itu Killms sedang dalam proses perencanaan untuk merilis album baru diakhir tahun.

Formasi Baru tanpa Davi

Selepas keluarnya Davi Frisya dari Killing Me Inside,posisi drum mereka diisi oleh Putra Pra Ramadhan yang juga drummer dari band SunriseJKT. Dan status Rudye yang sebelumnya sebagai Additional kini sudah resmi menjadi personil tetap dari Killms.

formasi-baru-killing-me-inside-angga-putra

Sejak saat itu formasi mereka menjadi :

  • Onadio Leonardo – Vokal
  • Joshapat Klemens – Gitar
  • Angga Tetsuya – Bass
  • Rudye – Keyboard
  • Putra Pra Ramadhan – Drum

Single Melangkah – Album Ketiga

Dengan anggota yang sudah lengkap 5 orang lagi,Killms mulai memasuki sesi recording untuk album ketiga mereka,dan akhirnya pada Desember 2011 mereka berhasil merilis lagu baru berjudul Melangkah. Dimana lagu ini merupakan salah satu materi yang sedang mereka garap untuk album baru.

Killing Me Inside – Melangkah (Official Music Video)

Biarlah ft Gading Martin – Menang AMI Award

Lagu Biarlah yang menjadi salah satu hits paling populer dari band ini memang mengantarkan Killms pada berbagai hal yang mungkin sebelumnya tidak pernah terbayangkan.

Mulai dari undangan manggung di stasiun-stasiun tv swasta nasional,penjualan album yang cukup tinggi hingga berbagai award dari ajang penghargaan bergengsi.

Killing Me Inside ft Gading Martin – Biarlah

Di tahun 2012 juga,Killms memenangkan penghargaan Karya Produksi Rhytm & Blues Terbaik untuk lagu Biarlah yang diaransemen featuring Gading Martin di Anugerah Musik Indonesia.

Album One Reason – Killms masih Emo

Selepas dirilisnya lagu berjudul Melangkah di akhir tahun 2011,Killing Me Inside akhirnya berhasil menyelesaikan album ketiga mereka yang berjudul One Reason di tahun 2012 atau tepatnya pada bulan Mei.

album-killing-me-inside-one-reason

Dalam album One Reason ada lagu berjudul For One Last Time atau dikenal juga sebagai Torment v2,dimana ini merupakan lagu yang bercerita tentang lanjutan dari lagu The Tormented.

Killing Me Inside – For One Last Time (Official Music Video)

Pada Intro For One Last Time ada suara rudye yang menyanyikan ” It’s all done,and now it’s over.. I don’t know how to say.. to you.. “ dimana ini merupakan potongan lirik dari The Tormented,dalam bagian tertentu juga ada penggunaan lirik seperti ” Can You Seee … Can You See … Just Playing and Fooling Around With Me “ atau hanya ” Can You Seee … Can You See … “

Dari album One Reason,Killing Me Inside mempunyai 3 Lagu Hits yang diterima baik oleh khalayak umum antara lain Melangkah,Menyesal dan Jangan Pergi. Namun yang cukup menyita perhatian adalah lagu Jangan Pergi … khususnya yang sudah diaransemen untuk duet dengan Tiffany Orie.

Killing Me Inside feat. Tiffany Orie – Jangan Pergi (Official Music Video)

Selain itu,di album ini juga terdapat 3 Lagu bernuansa Emo Rock sebagai bukti kepada para penggemarnya bahwa Killing Me Inside tetap ingat dengan genre musik dimana mereka berasal.

Namun yang dirasa cukup bernuansa beda dari lagu lainnya adalah Never Go Back,disini Killms memadukan musik rock berat dengan sentuhan Emo ala mereka dan tambahan unsur-unsur elektro.

Atau bisa dibilang Post-Hardcore/Elektronicore ala-ala band rock yang sedang trend saat itu seperti Attack-attack atau Asking Alexandria. Namun dengan kemasan yang lebih soft dan tambahan unsur Emo yang khas dari band ini.

Killing Me Inside – Never Go Back (Footage Clip)

Rebirth : A New Beginning – Keluarnya Onadio

Killms pernah menjanjikan bahwa mereka akan merilis E.P (Extended Play) pada pertengahan 2014,namun karena kesalahan yang dilakukan oleh Onadio sehingga membuat proses perekaman lagu menjadi terhambat.

Onadio dan Starsyndrome

Jatuh bangun berjuang untuk band yang sudah dia bentuk sejak masih bersekolah dibangku SMA hingga harus memilih meninggalkan kuliah agar bisa fokus memperjuangkan masa depan Killing Me Inside dan semua pihak yang terlibat di dalamnya.

killms-onadio-joshapat-angga

Membuat Onadio terkena Starsyndrome ketika band yang dia besarkan mati-matian ini sudah berada di titik suksesnya,mulai dari merasa menjadi yang paling penting,paling disukai oleh banyak orang,telat datang ke event saat manggung,pernah tidak datang saat ada jadwal manggung hingga seringnya tidak ikut latihan.

Terlebih rencana perilisan E.P yang harus tertunda karena kurangnya tanggung jawab dari Onadio dalam proses recording dan pembuatan materi lagu.

Onadio Jenuh – Target Pasar yang Berubah

Onadio merasa jenuh dengan genre musik yang selama ini mereka bawakan,seakan sudah terlalu bosan dengan musik rock keras yang telah membesarkan namanya. Onadio ingin merubah genre musik Killms agar lebih memasukkan unsur-unsur elektronika.

onadio-leonardo-killing-me-inside-keluar

Karena pada tahun-tahun ini memang sedang ramai-ramai muncul DJ baru dan bangkitnya EDM sebagai musik yang populer dikalangan anak muda.

Diketahui juga bahwa saat itu Onad memang sedang cukup banyak mempelajari dan mengeskplore EDM (Electro Dance Music),terlebih lagi kondisi kesehatan vokalnya yang sudah tidak lagi kuat untuk bernanyi menggunakan teknik unclean vocal seperti scream atau growl.

Perselisihan Onad vs Joshapat

Ternyata Joshapat tidak setuju dengan gagasan Onad tentang rencananya untuk merubah genre Killms agar tidak lagi terlalu Emo seperti dulu. Onad ingin band ini berubah genre untuk memainkan musik rock dengan perpaduan musik eletronik.

Dengan pertimbangan saat itu kondisi vokal onadio sudah tidak lagi prima untuk membawakan lagu-lagu emo/screamo,dan target pasar saat itu memang sedang hype.

Namun Joshapat merasa bahwa mereka tetap harus mempertahankan musik emo yang sudah membesarkan nama mereka selama ini. Disini Joshapat tidak bisa langsung memberi jawaban atau tanggapan apapun perihal gagasan Onad ini.

onadio-leonardo-killing-me-inside-keluar-dari-band

Sedangkan Onad sendiri masih belum menyerah,dia tetap berusaha meyakinkan Joshapat untuk memberikannya kesempatan sekali lagi membangun Killing Me Inside dengan nuansa yang baru.

Banyaknya kesalahan yang sebelumnya sudah pernah dilakukan Onad dan membuat Killms sempat berantakan mulai dari urusan manggung hingga deadline perilisan E.P yang harus tertunda membuat Joshpat merasa bahwa Onad lebih baik mundur dari band.

Perbedaan pendapat mulai dari genre ke depannya akan berubah atau tetap Emo seperti sejak awal,hingga masalah keterlibatan personil yang sudah tidak harmonis membuat sedikit demi sedikit timbul perselisihan diantara kedua pendiri band ini.

perpisahan-onadio-dan-joshapat-dari-killms

Pada akhirnya Joshapat tidak bisa menjawab keputusan apa yang akan dia ambil,dia hanya bisa menjanjikan akan berunding terlebih dahulu dengan pihak-pihak yang terkait mulai dari label,manager,personil lainnya hingga crew.

Joshapat dan Keputusan Mengeluarkan Onad

Joshapat akhirnya mencoba merundingkan hal ini dengan pihak label Royal Prima Musikindo yang saat itu menaungi band mereka,begitu juga dengan pihak lainnya seperti manager,hingga para personil dan crew secara keseluruhan.

joshapat-klemens-gitaris-killing-me-inside

Mereka membahas tentang keinginan Onad untuk merubah genre Band ini. Dengan memasukan unsur musik elektronika,musik rock yang tak lagi menggunakan scream,dan perihal keteledoran Onad dalam memegang tanggung jawabnya sebagai vokalis, yang selama ini sudah banyak mengganggu perkembangan band.

Dan akhirnya berujung pada keputusan untuk berpisah dengan Onadio.

Konflik Onadio dan Joshapat

Dengan berpisahnya Onad dari band yang sudah dia besarkan sejak masih SMA,tentu mengindikasikan adanya konflik antara dia dengan Joshapat. Bahkan dalam beberapa wawancara Onad sering mengatakan bahwa salah satu alasan kenapa dia keluar dari Killms dikarenakan adanya konflik dengan Joshapat selaku sama-sama pendiri band ini.

perseteruan-joshapat-dan-onadio-perihal-nama-killing-me-inside

Onadio mengungkapkan bahwa selama ini memang Joshapat sudah berencana untuk mengeluarkan dia,hanya saja alasan yang digunakan terlalu berbelit-belit dan berputar-putar tanpa ada kejelasan apa yang sebenarnya Joshapat inginkan.

Onadio sudah berusaha agar dia diberi kesempatan namun Joshapat tidak bisa memberikan kesempatan tersebut dan tidak memberi kejelasan. Dan Onad pun akhirnya memutuskan keluar. Walau sampai sekarang masih belum ada benang merah yang pasti apakah keluar atau dikeluarkan.

onadio-mengungkap-alasan-dan-penyebabnya-keluar-dari-band-killing-me-inside

Dia juga sempat berpesan bahwa selepas keluar dari band,Killing Me Inside harus ganti nama karena yang dulu memberikan nama tersebut adalah Onad. Namun Joshapat tidak menanggapi itu dengan berbagai alasan.

Yang akhirnya membuat Onadio pergi dengan membawa berbagai rasa kesal yang semakin memperparah konflik antara dia dan Joshapat.

Vokalis Baru

Setelah sekian lama mencari,akhirnya Killms mendapat seorang vokalis baru. Yang membuat semua menjadi beda adalah kenyataan bahwa personil baru ini seorang wanita. Keputusan kenapa memilih wanita karena memang dari label sendiri menyarankan bila ingin memulai yang baru maka cari yang beda sekalian.

savira-razak-vokalis-baru-killing-me-inside

Joshapat selaku pendiri band ini sekaligus leadernya merasa setuju dengan ide tersebut,begitu juga para personil lainnya. Sampai akhirnya mereka memilih Vira Razak sebagai vokali baru Killms.

Vokalis cantik bernama asli Savira Salsabila Razak ini merupakan mantan finalis dari Ajang Pencarian Bakat Mamamia tahun 2007. Dan juga merupakan sahabat lama Rudye di band yang dia bentuk bersama alm. Radityan Akbar bernama Revara.

Formasi Baru

vira-razak-killing-me-inside-new-beginning

Dengan bergantinya vokalis Killing Me Inside dari Onad menjadi Vira razak tentu turut merubah formasi personil Killing Me Inside menjadi berbeda lagi.

Berikut ini formasi baru Killms bersama Vira Razak :

  • Savira Salsabila Razak – Vokal
  • Joshapat Klemens – Gitar
  • Angga Tetsuya Wibisana – Bass
  • Rudye – Keyboard/Synth/Loop
  • Putra Pra Ramadhan – Drum

Album Baru

Bersama Vira Razak juga akhirnya mereka bisa menyelesaikan album ke 4 bertajuk Rebirth : A New Beginning ,di dalam album ini berisi 10 lagu,dimana 2 diantaranya merupakan rearansemen dari lagu lama mereka yaitu Let It Go dan Biarlah.

Namun ternyata album baru ini mendapat beberapa kritikan seperti Young Blood yang kental nuansa elektroniknya sementara saat itu ide Onad untuk memadukan musik rock dan elektro ditolak mentah-mentah.

album-killms-rebirth-a-new-beginning

Lalu Intro lagu Leaving yang sama persis dengan lagu It’s Never End milik Bring Me The Horizon.

Lagu Kau dan Aku Berbeda yang merupakan lanjutan dari lagu Biarlah juga mendapat kritikan dari segi drum,dimana dalam recording tersebut mereka menggunakan midi drum. Bukan hanya itu,settingan midi drumnya juga terasa terlalu datar.

Sehingga bagi sebagian pihak mereka tidak serius dalam proses pembuatan lagu tersebut.

Walau seperti itu,mereka tetap memberikan sebuah kejutan. Yaitu lagu Fake yang mereka buat dengan kosep Duet. Dan tidak main-main,yang menjadi lawan duet Vira dalam lagu ini adalah SanSan sendiri yang merupakan vokalis pertama Killing Me Inside.

Tentu ini juga sedikit mengobati rasa rindu para penggemar yang sering berharap suatu saat Sansan bisa manggung dan berkarya lagi bersama Killms.

Ganti Personil Hingga Projek Duet

Bertahan cukup lama dengan formasi 5 Orang bersama Vira Razak sebagai Vokalisnya,dan sudah cukup membuat para fans Move On dari formasi Onad dan Sansan yang selalu membayang-bayangi band ini.

Namun semua itu tidak menjadikan Killing Me Inside terhindar dari nasib buruk yang selalu mereka alami,yaitu tentang bongkar pasang personil dan ganti-ganti formasi hingga genre.

Seiring berjalannya waktu,Formasi yang saat itu diisi oleh Vira Razak,Joshapat,Angga,Rudye dan Putra itu perlahan-lahan mulai mengalami perpecahan yang akhirnya membuat mereka satu persatu keluar dari band.

Putra Keluar dari Killing Me Inside

Yang paling pertama keluar dari formasi Rebirth : A New Beginning ini adalah Putra,seperti yang kita ketahui bahwa Putra pertama kali bergabung pada tahun 2011 untuk menggantikan Davi Frisya.

Dan akhirnya setelah 5 Tahun bersama,Putra akhirnya memutuskan keluar dari Killms. Tidak pernah ada klarifikasi secara resmi tentang alasan dia meninggalkan band ini. Hingga pada akhirnya melalui sesi wawancara yang dilakukan oleh Channel 402MIXROOM padah Agustus 2019.

Alasan Putra Pra Ramadhan keluar dari Killing Me Inside

Melalui wawancara tersebut Akhirnya Terungkap Alasan Putra Putceh keluar dari Killing Me Inside ,disitu Putra mengungkapkan bahwa salah satu alasan yang membuatnya memilih keluar dari band karena sudah tidak adanya kecocokan dan berbagai konflik yang terjadi antara dia dan Joshapat.

Putra mengungkap bahwa dia saat itu berkali-kali diminta keluar dari Sunrise,dan tindakan kurang sportif dalam bermusik seperti jumlah bayaran yang berbeda dari personil lain atau tidak sesuai dengan jumlah yang harusnya dia dapat.

putra-putceh-keluar-dari-killing-me-inside

Sekian lama berlalu,konflik antara dia dan Joshapat membuat hubungan mereka menjadi kurang baik. Yang akhirnya mengantarkan Killing Me Inside pada kenyataan bahwa mereka harus kehilangan personil lagi.

Selepas kepergian Putra,posisi Drum diisi oleh beberapa Additional sampai akhirnya masuklah Gama Gifari menjadi pengganti Putra sebagai drummer.

  • Formasi baru tanpa Putra :
  • Savira Salsabila Razak – Vokal
  • Joshapat Klemens – Gitar
  • Angga Tetsuya – Bass
  • Rudye – Keyboard
  • Gama Gifari – Drum

Vira Razak Keluar dari Killing Me Inside

Dua tahun setelah keluarnya Putra,lagi-lagi mereka harus kehilangan vokalisnya. Vira razak akhirnya memilih untuk keluar setelah resmi menikah pada 5 Februari 2017 dengan Vandayams aka Hervanda Akbar.

Vira Razak keluar dari Killing Me Inside

Namun bukan hanya itu saja,faktor sudah tidak adanya lagi kecocokan (chemistry) antara Vira dengan band juga yang turut mendorong keputusannya untuk meninggalkan band.

Dan pada akhirnya posisi Vira digantikan oleh AIU Ratna. Namun hadirnya AIU bukanlah sebagai vokalis tetap melainkan hanya sebagai sebuah Project Duet Killing Me Inside ft AIU.

dan jadilah formasi mereka kembali berubah.

Angga Tetsuya Keluar dari Killing Me Inside

Tak berselang terlalu lama,setelah sebelumnya kehilangan sang vokalis yaitu Vira Razak,kurang lebih hampir setahun setelah itu atau tepatnya di bulan maret 2018 mereka lagi-lagi harus kehilangan salah satu personilnya.

Angga Tetsuya selaku Bassist Killing Me Inside memutuskan untuk hengkang dari band ini,tidak ada klarifikasi atau info yang pasti tentang alasan yang jelas tentang apa yang menyebabkan dia harus keluar.

Namun sejauh ini diketahui bahwa Angga Tetsuya sedang belajar menjadi seorang Professional Tatto Artist,selain hobby skateboard.. Angga memang dikenal cukup menyukai seni tato.

Angga Tetsuya keluar dari Killing Me Inside

Bukan hanya itu saja,di tahun 2019 ini Angga juga sudah mulai ngeband lagi. Dia membentuk sebuah band Emo bersama dua sahabat lamanya di Sunrise dulu yaitu Adri Dwitomo dan Chandra Erin.

Cryhearts Band menjadi langkah awal dirinya mulai memasuki Industri musik kembali setelah sebelumnya hampir tidak ada kabar apakah akan kembali bermusik atau tidak,bukan hanya itu saja.

Saat ini Angga Tetsuya juga menjadi Additional Bass dari Revara yang sedang mengadakan Tour bareng Rocket Rockers dan Lyon. Sedangkan untuk Bassist Killing Me Inside sendiri sekarang diisi oleh Machdis Arie dari band Sunrise.

Rudye Keluar dari Killing Me Inside

Hampir selama 1 Tahun bersama AIU Ratna,pada akhirnya AIU tidak bisa meneruskan projek duetnya dengan Killms. Dan digantikan oleh Joe Tirta mantan vokalis dari Saint Loco.

Rudye keluar dari Killing Me Inside

Bukan hanya itu saja,ternyata Rudye juga keluar dari band. Selera yang sudah tidak terlalu interest dengan Musik Keras,kondisi vokal yang sudah tidak terlalu prima untuk scream/growl,merasa bosan dengan hiruk pikuk manggung,ditambah kesibukannya dalam mengurus bisnis keluarga tentang beras organik.

Menjadikan itu semua semakin membulatkan tekad Rudye untuk keluar dari Killing Me Inside. Dan setelah itu akhirnya Killms bertahan dengan 4 Personil,bersama Joe Tirta mereka mencoba untuk menghadirkan nuansa baru dengan membuat lagu yang lebih Rock dan dewasa.

Kilms ft AIU

Mungkin sebagian orang bertanya-tanya tentang singkatan dari Killing Me Inside yang seharusnya Killms menggunakan dua huruf L dan sekarang justru menjadi Kilms yang hanya menggunakan satu huruf L.

Penggunaan singkatan yang baru ini tidak jelas sejak kapan,namun paling menonkol dan mulai sering digunakan saat mereka mulai menjalankan projek Duet bersama AIU Ratna.

killing-me-inside-feat-aiu-ratna-garasi

Seperti yang diketahui bahwa sebelumnya Vira Razak sudah keluar dari band karena sejumlah alasan,dan posisi vokalis akhirna digantikan oleh AIU Ratna. Disini AIU membawa nuansa baru dan membuat Killing Me Inside jadi lebih ngerock.

Karakter vokal yang sudah tidak diragukan lagi dan jam terbang yang sudah cukup tinggi menjadikan kualitas suara AIU sangat cocok untuk musik rock khususnya yang selama ini dibawakan oleh Killing Me Inside.

Kilms ft AIU – Fractured

Bersama AIU mereka berhasil mengeluarkan sebuah single yang memiliki warna musik cukup berbeda dan terasa lebih berkembang dari yang sebelumnya,lagu itu berjudul Fractured.

Kilms ft AIU – Fractured

Fractured menjadi lagu pertama yang mereka rilis setelah jalannya projek duet bersama AIU Ratna,disini sangat terasa kental nuansa khas j-rock (musik rock khas jepang) mulai dari komposisi lagu hingga visual yang ditampilkan dalam video clip.

Wajar saja,karena setelah terlepas dari Garasi Band. AIU sempat melebarkan sayapnya dengan bergabung sebagai vokalis dari band Rock Jepang.

Kilms ft AIU – Remnants

Lalu 1 Tahun setelahnya,tepat sebelum Angga Tetsuya resmi keluar. Mereka sudah sempat merilis single baru berjudul Remnants.

Kilms ft AIU – Remnants

Ini bukan hanya menjadi lagu terakhir yang direcord bersama Angga Tetsuya tapi juga lagu terakhir AIU bersama Killms. Karena pada saat AIU bergabung memang dia sudah dekat denga masa-masa pernikahannya dengan Joshapat.

Dan setelah mereka menikah,sementara Killms belum menemukan vokalis akhirnya AIU masih meneruskan menjalani perannya sebagai vokalis. Hingga setelah beberapa bulan pernikahan dia harus keluar karena mulainya muncul tanda-tanda kehamilan.

Dan posisi AIU sebagai vokalis kelak akan digantikan oleh Joe Tirta.

Formasi Kilms ft AIU

Berikut ini formasi personil Killing Me Inside saat menjalani projek duet dengan AIU Ratna :

  • AIU Ratna – Vokal
  • Joshapat Klemens – Gitar
  • Angga Tetsuya – Bass
  • Rudye – Keyboard
  • Gama Gifari – Drum

Kilms x Joe Tirta

Selepas keluarnya AIU Ratna ,posisi vokal akhirnya digantikan oleh Joe Tirta yang merupakan mantan vokalis dari band Saint Loco. Selain itu Machdis Arie dari Sunrise juga sudah resmi menjadi Additional Bassist menggantikan posisi Angga Tetsuya.

Masuknya Joe Tirta membawa banyak perubahan dari segi musikalitas band ini,suara yang garang dan lebih berat menjadikan Kilms harus merubah tuning yang biasa mereka gunakan.

kilms-x-joe-tirta-burn-new

Alhasil ini menjadikan musik-musik Kilms terasa lebih berat,disini Joshapat bahkan harus meracik gitarnya agar bisa memainkan drop yang sesuai dengan karakter vokal dari Joe Tirta.

Namun lagi-lagi Kilms harus menerima kenyataan bahwa mereka harus kehilangan Rudye dengan berbagai alasan yang menuntunnya pada keputusan untuk hengkang dari band.

Kilms x Joe Tirta – Burn

BURN,begitulah judul single yang dirilis bersama Joe Tirta ini. Melalui lagu ini mereka seakan menunjukan pertumbuhan dalam bermusik yang semakin menuju kearah lebih dewasa.

Kilms x Joe Tirta - BURN
Kilms x Joe Tirta – BURN

Disini musik yang dibawakan oleh Kilms sangat terasa berbeda,sudah layaknya musik hard rock mainstream. Banyak tanggapan positif dari musisi rock dan metal kawakan yang menganggap bahwa lagu Kilms – Burn terasa lebih laki-laki daripada lagu mereka yang lama.

Joshapat sendiri mengakui bahwa dirinya ingin mengeksplore musik rock lebih jauh lagi bersama Joe Tirta yang memang sudah memiliki jam terbang tinggi,dan kedepannya mereka berencana menghadirkan musik yang lebih garang dan dewasa.

Seakan benar-benar ingin menghilangkan kesan sebagai Band Emo yang selama ini sudah melekat erat dengan nama Killing Me Inside.

Formasi Personil Kilms x Joe Tirta

  • Joe Tirta – Vokal
  • Joshapat Klemens – Gitar
  • Machdis Arie – Bass
  • Gama Gifari – Drum

Killing Me Inside Reunion

Seperti sebuah alter ego,Kilms dikejutkan dengan hadirnya Killing Me Inside Reunion (atau hanya Killing Me Reunion) sebuah band yang berisi mantan personil dari Kilms.

Sebenarnya projek Reunion ini dibuat mendadak tanpa ada rencana apapun sebelumnya,hal ini berawal ketika Onadio Leonardo sedang syuting film Pretty Boys. Lalu dia bertemu dengan Managernya Danilla yang ternyata salah satu penyelenggara dari Synchronize Fest 2019.

killing-me-inside-reunion

Disitu ia menawarkan Onadio untuk tampil di acara Synchronize Fest 2019 namun bukan sebagai DJ,melainkan sebagai band reunian dari Killing Me Inside. Disini Onadio menyanggupi hal itu namun dia meminta sedikit waktu untuk menanyakan pada mantan personil lainnya apakah mereka juga mau atau tidak.

Lahirnya Killing Me Reunion

Killing Me Reunion

Dan akhirnya Killing Me Reunion benar-benar lahir,pada awalnya mereka teridiri dari 3 personil. Yang ketiganya bisa dibilang merupakan pendiri dari band ini,yaitu Raka,Sansan dan Onad.

Namun saat itu mereka masih belum menemukan sosok yang akan mengisi posisi drum,diketahui bahwa Raka sempat mencoba mencari kontak Rendy (drummer pertama Kilms) namun seperti semua itu nihil.

Seperti isu yang sering beredar,bahwa kemungkinan Rendy benar-benar sudah pensiun dari dunia musik dan lebih sibuk untuk tetap fokus berbisnis.

Putra jadi Drummer Killing Me Reunion

View this post on Instagram

Trio Onadio,Sansan dan Raka belakangan ini memang sedang sibuk mempersiapkan penampilan mereka untuk Synchronize Fest. Seperti yang sudah diketahui oleh pecinta musik tanah air khusunya Scene Emo,bahwa tiga personil lama Killing Me Inside ini akan mengadakan reunian. Beberapa waktu lalu mereka sudah sempat mengupload sebuah siluet gambar melalui akun instagram @killingmereunion yang diikuti caption bernada bahwa mereka sudah menemukan sosok drummer untuk menemani Killing Me Inside Reunion di Synchronize Fest 2019. Banyak sekali fans yang mengambil beberapa nama seperti Putra Pra Ramadhan (Putra PuputPutceh) ,Rudyesic dan Niko Divide. Namun kenyataannya kebanyakan dari fans lebih condong memprediksi bahwa pemain drum dari Killing Me Inside Reunion adalah @puputputceh . Ini karena Rendy yang merupakan drummer pertama dari Killing Me Inside kabarnya sudah sibuk dalam dunia bisnis,sedangkan untuk Davi kurang ada info apa kesibukannya saat ini. Dan kebanyakan fans juga lebih akrab dengan Putra,sehingga namanya menjadi satu hal yang paling sering " di -request" para penggemar. Alkhirnya kini semua terjawab sudah,Killing Me Inside Reunion akhirnya mengumumkan bahwa Putra akan ikut manggung di Synchronize Fest 2019. Kabar ini pertama kali mencuat ketika akun instagram Killing Me Inside Reunion mengupload video latihan mereka dengaj Putra sebagai penabuh drumnya. Selain itu dari Raka sendiri sudah menyatakan melalui Story Instagramnya bahwa Putra adalah sosok drummer yang akan menemani Killing Me Inside Reunion manggung di Synchronize Fest 2019. Dimana story tersebut menunjukan bahwa mereka akan latihan di studio,lalu antara Raka,Sansan dan Onad saling lempar pertanyaan " siapa si drummernya " Lalu diakhir video,kamera diarahkan kepad Putra Pra Ramadhan,dan dilanjut video-video pendek saat mereka latihan. Story Instagram tersebutpun di repost oleh Onad,Sansa dan Putra. Dimana hal ini tentu menunjukan bahwa mereka resmi reunian dengan formasi tersebut. #KillingMeInside #KillingMeInsideReunion #SynchronizeFest #SiniMusik #siniajaid #siniajamedia #viral #indomusikgram #indozone #lfl #jakarta #bandung #semarang #jogja #surabaya

A post shared by Siniaja.id (@siniajamedia) on

Putra Burgerkill ikut Reunian Killing Me Inside

Setelah sempat dibuat bingung dengan sosok yang tepat untuk menjadi drummer,akhrinya terpilihlah Putra untuk masuk dalam Squad Reunion.

Karena memang hanya ada tiga pilihan Drummer yaitu Rendy,Davi dan Putra. Namun karena Rendy dan Davi sudah tidak memungkinkan maka terpilihlah Putra sebagai Drummer Killing Me Reunion.

KILMS – Official

Sempat berkata bahwa mereka ingin menghadirkan konsep musik yang lebih laki dan dewasa bersama Joe Tirta,tiba-tiba saja kabar mengejutkan hadir dari band ini. Lagi-lagi mereka harus berganti vokalis dikarenakan keluarnya Joe Tirta dari Kilms.

kilms-nama-baru-killing-me-inside

Tidak ada alasan yang jelas tentang penyebab keluarnya Joe,namun banyak yang menduga bahwa lagi-lagi ada konflik yang kurang baik terjadi di dalam tubuh band ini. Karena mereka baru saja menyelesaikan single Burn,dan cukup semangat untuk menghadirkan musik yang lebih “dewasa” seperti Burn.

Tiba-tiba saja Joe harus keluar dan tampaknya Kilms memang sudah dari awal menyiapkan penggantinya.

Joe Tirta Keluar – Teori dan Kabar Burung

Tentu banyak pertanyaan yang muncul dari para fans Kilms tentang alasan yang membuat Joe Tirta harus berpisah dengan band ini,pasalnya mereka sedang semangat-semangatnya membahas tentang lagu BURN yang dianggap sangat laki dan berencana untuk menghadirkan nuansa yang sama di lagu-lagu selanjutnya.

joe-tirta-keluar-dari-killms

Tanpa bermaksud beranggapan buruk,namun tim SINI AJA | siniaja.id berfikir bahwa mungkin Joshapat selaku Founder merasa terganggu dengan hadirnya Killing Me Reunion. Sehingga dia bermanuver untuk kembali menghadirkan nuansa emo/post-hardcore di lagu mereka.

Namun karena karakter vokal Joe Tirta dirasa kurang pas akhirnya mereka mencoba untuk mencari pengganti.

Ganti Nama

Sejak keluarnya Onad,Killing Me Inside memang sering mendapat komentar bahwa mereka harusnya ganti nama. Karena bagaimanapun juga Onadio merupakan orang yang pertama kali “mencetuskan” nama tersebut.

Selain itu,berkali-kali ganti personil dan musik yang tidak lagi memiliki ciri khas Emo membuat fans semakin lama merasa jenuh. Karena Killing Me Inside yang mereka sukai sudah benar-benar mati.

kilms-nama-baru-killms.

Personil Asli hanya tersisa Joshapat,namun karisma yang dimiliki Joshapat sendiri terasa kurang dibanding mantan personil lainnya. Berbagai rombakan dalam lagu-lagu mereka membuat fans tidak lagi merasakan musik khas Killing Me Inside.

Ditambah lagi munculnya video wawancara dari para mantan personil band ini yang semakin mengungkap alasan sebenarnya mereka keluar,dari situlah mulai semakin banyak yang menyerukan untuk Killing Me Inside berganti nama.

Dari Killms jadi Kilms

Killing Me Inside cukup akrab dengan akronim Killms,dimana singkatan kata ini pertama kali digunakan oleh Rendy di setup Drumnya. Namun belakangan setelah keluarnya Vira,pihak Official band ini baik personil maupun lainnya sering menggunakan Kilms untuk akronim Killing Me Inside.

killms-singkatan-akronim-nama-killing-me-nside

Mungkin bagi orang awam terlihat biasa saja,namun bagi fans berat band ini menyadari bahwa dua hal tersebut merupakan singkatan yang berbeda. Karena sebelumnya menggunakan Killms dengan dua huruf L ,kini hanya menggunakan satu huruf L dan menjadi Kilms.

Nama Baru – Kilms

Setelah hengkangnya Joe Tirta dari band ini,Kilms yang awalnya hanya digunakan sebagai singkatan. Kini justru sudah resmi menjadi nama baru band ini.

Akhirnya Joshapat mengambil keputusan untuk mengganti nama band,walau beberapa orang masih saja menyayangkan karena di nama yang baru ini masih tetap saja ada unsur Killing Me Inside.

kilms-numb-official.

Bukan hanya berganti nama,Kilms juga sudah memiliki Vokalis baru dan sedang dalam masa pembuatan video clip untuk single baru mereka.

Kilms – Ical – Numb

Sebuah kejutan bagi para pecinta musik khususnya scene Post-Hardcore,ternya sosok yang akan menjadi vokalis baru dari Kilms ada Faizal Permana alias Ical dari Slapitout. Berbagai tanggapan positif dan negatif pun datang.

Banyak pihak yang merasa senang dengan hadirnya Ical di band ini yang artinya KIlms akan memainkan musik Post-Hardcore/Emo lagi. Dan kualitas vokal yang dimiliki Ical juga tidak bisa diragukan lagi.

Dia mempunyai karakter vokal yang unik dan cathcy ,ini terbukti dari lagu baru Kilms bersama Ical yang berjudul NUMB.

Kilms – NUMB

Banyak komentar positif yang mengatakan bahwa vokal Ical sangat cocok untuk musik baru Kilms,dan lagu ini benar-benar membawa nuansa yang sangat fresh.

Namun komentar negatif tetap saja hadir,banyak yang menganggap lagu ini mirip dengan lagu BMTH di album AMO. Selain itu Ical mendapat kritikan tentang keputusannya keluar dari Slapitout.

Joshapat juga dianggap sebagai aktor yang mendalangi keluarnya Ical dari Slapitout,pasalnya saat ini Slapitout sedang dalam proses pembuatan album baru.

Bagaimanapun juga itu adalah keputusan yang sudah diambil oleh Ical,semoga baik Slapitout dan Kilms bisa tetap bersinar kedepannya.

Formasi Personil KILMS

  • Faizal Permana – Vokal
  • Joshapat Klemens – Gitar
  • Machdis Arie – Bass
  • Gama Gifari – Drum

Personil dan Mantan Personil Killing Me Inside / Kilms

Berikut ini daftar nama personil dan mantan personil Killing Me Inside atau Kilms.

Anggota Aktif :

  • Faizal Permana
  • Joshapat Klemens
  • Machdis Ari
  • Gama Gifari

Mantan Personil :

  • Anak Agung Gede – Bass (2009)
  • Angga Tetsuya Wibisana – Bass (2010 – 2018)
  • Davi Frisya – Drum (2009 – 2011)
  • Onadio Leonardo – Bass , Vokalis (2005 – 2014)
  • Putra Pra Ramadhan – Drum (2011 – 2016)
  • Sansan ‘Fauzan’ – Vokal (2005 – 2009)
  • Raka Cyril Damar – Gitar (2005 – 2008)
  • Rendy Pradipta – Drum (2005 – 2009)
  • Rudye Nugraha Putra – Keyboard (2009 – 2019)
  • Savira Salsabila Razak – Vokal (2014 – 2017)
  • AIU Ratna (Projek Duet) – Vokal (2017 – 2018)
  • JOE Tirta (Projek Duet) – Vokal (2017 – 2018)

Daftar Album Killing Me Inside

  • A Fresh Start For Something New – 2009
  • Self-Tittled “Killing Me Inside” – 2010
  • One Reason – 2012
  • Rebirth : A New Beginning – 2014

Penutup

Itulah pembahasan lengkap mengenai Sejarah Killing Me Inside dari awal mereka terbentuk,hingga pergantian personil yang pernah terjadi,perubahan nama menjadi Kilms sampai hadirnya Killing Me Inside Reunion.

Apapun yang terjadi dengan band ini,semoga kedepannya semua baik-baik saja dan semakin sukses.

Nilai Kualitas Konten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *